Cara Menghitung Usia kehamilan Dengan Mudah Dan Akurat

Cara Menghitung Usia kehamilan


Cara menghitung usia kehamilan - Bayangkan jika di dunia ini tidak ada rumus atau cara menentukan usia kehamilan. Kira - kira apa yang akan terjadi? Para, ibu hamil akan mengalami lahiran secara mendadak tanpa persiapan, kesehatan janin terganggu dan mungkin lahir bayi cacat. Ya kan?


Nah, oleh sebab itu mengetahui usia kehamilan adalah suatu hal yang sangat penting bagi ibu hamil. Dengan mengetahui usia kehamilan secara akurat, ibu bisa memantau perkembangan janin, lalu menentukan jadwal pemeriksaan dan persiapan lahiran.


Namun masalahnya, masih banyak ibu - ibu, khususnya ibu muda atau mamah muda yang belum tahu teknik menghitung usia kehamilan. Maka dari itu artikel ini akan menjelaskan secara ringkas dan yang pasti mudah untuk dipahami tentang cara mudah dan akurat menghitung usia kehamilan dan tentunya menggunakan metode medis.


  1. Metode Menghitung Usia Kehamilan Berdasarkan HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir)


Cara ini bisa dikatakan cara paling sering dan paling umum untuk menghitung usia kehamilan. Metode ini dianggap paling mudah dan cukup akurat bagi wanita yang memiliki siklus haid teratur.


Untuk cara menghitungnya cukup dengan mencatat tanggal pertama haid, hitung jumlah minggu yang telat berlalu sejak tanggal tersebut dan usia kehamilan dihitung dalam minggu dan hari.


Contohnya gini. jika kamu HPHT pada tanggal 1 Januari, dan saat ini adalah tanggal 15 Februari, maka usia kehamilan kamu adalah 6 minggu 5 hari. Sangat mudah bukan?

Tapi metode ini memiliki kekurangan apabila kamu memiliki siklus haid yang tidak teratur. Hasilnya tidak akan akurat. Jika siklus haid teratur, metode ini lumayan akurat.


  1. Dengan Menggunakan Rumus Naegele Untuk Menentukan HPL (Hari Perkiraan Lahir)


Langsung ke rumusnya aja ya, jadi rumus Naegele (HPHT + 7 hari) - (3 bulan) + (1 tahun). Contoh :

  • HPHT: 1 Februari 2024

  • Lalu tambahkan 7 hari = 8 Februari 2024

  • Kurangi 3 bulan = 8 November 2023

  • Tambahkan 1 Tahun = 8 November 2024

  • Maka HPL kamu adalah 8 November 2024


  1. Dengan Menggunakan USG Untuk Menghitung Usia  Kehamilan


Cara menghitung usia kehamilan yang ketiga ini adalah cara yang digunakan apabila kamu memiliki siklus haid yang tidak teratur. Sehingga teknik ini dianggap yang paling cocok. 

Caranya gini, pada trimester pertama, usia kehamilan dibawah 12 minggu), dokter akan mengukur CRL (Crown Rump Length) atau panjang janin dari kepala hingga bokong.


Lalu pada trimester kedua dan ketiga usia kehamilan akan dihitung berdasarkan diameter kepala janin (BPD), panjang tulang paha (FL) dan lingkar perut (AC). Mungkin ini masih membingungkan.


Tapi kamu gak boleh bingung, sebab kamu tinggal tadang langsung aja ke rumah sakit untuk mendapatkan pelayanan USG. Pasti dokter kandungan juga sudah paham.

Cara menghitung usia kehamilan USG merupakan cara akurat, terutama pada trimester pertama.


Namun biayanya memang lebih mahal dibanding dengan metode HPHT.

Sebuah penelitian media dari American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), USG pada trimester pertama memiliki akurasi sekitar kurang lebih 5 hari dalam menentukan usia kehamilan.


Baca Juga : Telat Haid Tapi Negatif? Ini Sebab dan Sulusinya


  1. Dengan Cara Gerakan Janin


Cara ini mungkin masih asing di telinga kalian. Cara ini sangat cocok digunakan untuk ibu yang tidak sadar kalau dia hamil atau telat mengetahui kehamilan. Pada umumnya ibu mulai merasakan gerakan janin pertama kali di minggu ke 18 hingga minggu ke 25.


Untuk caranya, jika kamu merasakan pergerakan janin untuk pertama kalinya pada minggu ke 20, maka kemungkinan besar usia kehamilan 20 minggu. Bisa lebih bisa kurang, sebab metode ini terkenal kurang akurat. Maka dari itu, pesan saya jangan sampai kamu tidak sadar kalau kamu hamil.


  1. Kalkulator Kehamilan Online


Cara menghitung usia kehamilan yang terakhir adalah dengan menggunakan aplikasi kalkulator online. Seiring majunya perkembangan teknologi, kini sudah banyak aplikasi atau situs yang menyediakan kalkulator untuk menghitung usia kehamilan secara online. 


Pasti cepat dan mudah. Sebab pengguna tinggal memasukan HPHT. Setelah itu sistem akan menghitung usia kehamilan secara otomatis. Namu kekurangan aplikasi hanya bergantung pada keakuratan data yang dimasukan.


Lalu, cara seperti yang paling akurat untuk menghitung usia kehamilan? Saya bisa menyampaikannya seperti ini :

  1. Dengan cara USG trimester pertama, paling akurat kurang lebih 5 hari.

  2. Cara HPHT, apabila kamu memiliki siklus haid teratur, hasilnya cukup akurat kurang lebih 1 - 2 minggu.

  3. Menggunakan gerakan janin pertama kali, hasilnya bisa kurang akurat sebab hanya perkiraan.

  4. Dan urutan yang terakhir menggunakan kalkulator online, cepat tapi hasilnya hanya tergantung dengan data yang masuk.


Jika kamu mau mendapatkan hasil yang lebih tepat dan akurat dalam menghitung usia kehamilan. Silahkan menggunakan cara dobel, yaitu HPHT dan USG.


Sekian artikel seputar kehamilan kali ini. Semoga informasi kali ini dapat membantu kamu untuk menghitung usia kehamilan dengan mudah dan akurat.



Mitos VS Fakta Seputar Kehamilan Yang Harus Diketahui

Mitos VS Fakta Seputar Kehamilan


Jangan pernah ganggu kebahagiaan orang yang sedang hamil. Sebab seorang seorang perempuan yang hamil itu harus senang terus dan gak boleh stres. Dan jangan pernah menakut - nakuti bumil dengan mitos - mitos yang mungkin gak jelas, dan bisa membuat pikiran atau khawatir.


Maka dari itu, artikel ini akan membahas mitos vs fakta seputar kehamilan berdasarkan penelitian medis dan pendapat dokter terkenal. Jadi mari kita buktikan apakah mitos - mitos seputar kehamilan itu benar. Yuk, simak penjelasanya.


Mitos Dan Fakta Seputar Kehamilan


Hidup di negara Indonesia yang penuh dengan budaya tradisi memang menyenangkan. Unik rasanya, karena kita hidup penuh dengan tradisi atau kebiasaan baik dari nenek moyang yang sampai saat ini masih terjaga keaslianya.


Namun, seiring berjalanya waktu, ada beberapa tradisi yang mulai diragukan. Sehingga tradisi tersebut hilang. Sebab tidak ada bukti secara ilmiah, alias mitos. Nah berikut ini ada beberapa mitos dan fakta berdasarkan medis : 


  1. Bentuk Perut Menentukan Jenis Kelamin Bayi


Telah beredar mitos kalau bentuk perut ibu saat mengandung menentukan jenis kelamin bayi. Mitosnya gini, jika perut ibu hamil cenderung runcing, maka bayinya laki - laki. Dan jika perut lebih besar atau lebar, maka bayinya perempuan.


Padahal faktanya, tidak ada bukti secara medis soal teori ini. Berdasarkan penelitian secara ilmiah, bentuk perut lebih dipengaruhi oleh posisi janin, bentuk tubuh ibu dan jumlah kehamilan sebelumnya. Dan cara paling akurat untuk mengetahui jenis kelamin bayi adalah menggunakan USG.


American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), telah meneliti USG memiliki tingkat akurasi sekitar 95-99% dalam menentukan jenis kelamin bayi. Jika dilakukan pada usia kehamilan yang tepat.


  1. Ibu - Ibu Hamil Tidak Boleh Minum Kopi


Mitos yang kedua soal kopi. Apa salah kopi sehingga tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil? Mitosnya, kafein didalam kopi bisa membahayakan janin, sehingga ibu hamil harus menghindari kopi.


Faktanya ibu hamil masih boleh loh minum kopi, tapi gak boleh berlebihan atau tetap konsumsi kopi dengan jumlah terbatas. Menurut penelitian medis dari Mayo Clinic, konsumsi kafein di bawah 200 mg per hari (sekitar satu cangkir kopi) masih aman untuk janin dan ibu. Dan tidak akan menyebabkan keguguran atau cacat janin.


  1. Katanya Ibu Hamil Harus Makan Untuk Dua Orang


Intinya mitos ini mengharuskan sang ibu makan lebih banyak, karena harus memberi makan bayi di dalam kandungan juga. Padahal faktanya bumil bisa mengatasi mitos ini dengan cara meningkatkan kualitas makanan saja, gak perlu prosinya.


Menurut National health Service (NHS), ibu hamil sebenarnya hanya memerlukan tambahan sekitar 300-500 kata kalori per hari pada waktu trimester kedua dan ketiga. Bukan malah menambah porsi dua kali lipat.


Maka yang harus diperhatikan adalah memperbaiki menu pola makan. Seperti makan - makanan yang mengandung protein, lemak sehat, serat dan vitamin yang cukup.


  1. Larangan Berhubungan Intim Saat Hamil


Mitos ini mungkin ngeri juga kalau benar, sebab bisa menyebabkan keguguran. lalu apakah mitos ini benar begitu? Faktanya jika hamil dalam kondisi sehat, maka berhubungan badan saat hamil tidak  menjadi masalah atau tidak berbahaya. Dan aktivitas hubungan tidak akan melukai janin, sebab janin terlindung oleh kantung ketuban dan otot rahim.


Berdasarkan penelitian medis dari American Pregnancy Association, selama tidak ada resiko medis seperti plasenta previa atau ancaman persalinan prematur, hubungan intim aman dilakukan, tapi tidak boleh kasar.


Baca Juga : Mitos - Mitos Seputar Kehamilan Di Tanah Jawa


  1. Larangan Mengangkat Tangan Di Atas Kepala Bisa membuat Tali Pusar Melilit


Pernah dengar atau pernah dilarang mitos ini? Jadi mitos ini tidak boleh dilakukan oleh bumil karena bisa menyebabkan tali pusar melilit lehernya.


Padahal faktanya, gerakan ini sama sekali mempengaruhi posisi tali pusat bayi di dalam perut. Tali pusat dapat melilit bayi karena pergerakan bayi dalam kandungan. Sedangkan menurut penelitian medis dari American Pregnancy Association, sekitar 20-30% bayi lahir dengan tali pusat melilit lehernya, tetapi kebanyakan tidak disebabkan masalah serius.


  1. Ibu hamil Tidak Boleh Mandi Malam


Ibu hamil jaman dulu tidak boleh mandi pada saat malam hari. Karena bisa menyebabkan masuk angin atau terkena rematik. Cukup masuk akal sebenarnya. Tapi faktanya bumil yang mandi pada malam hari tidak membahayakan janin dan ibunya. Asalkan menggunakan air dengan suhu yang nyaman.


Secara medis juga telat meneliti bahwa mandi dengan air hangat pada waktu malam hari, justru bisa membantu ibu hamil lebih rileks dan tidur lebih nyenyak.


  1. Bentuk Wajah Ibu Hamil Bisa Menunjukan Jenis Kelamin Bayi


Kelamin bayi bisa ditentukan lewat wajah seorang ibu. Jika ibu memiliki bentuk wajah bulat dan berjerawat itu tandanya bayinya perempuan. Apakah ini benar? Tentu tidak. 


karena faktanya perubahan kulit selama kehamilan lebih dipengaruhi oleh perubahan hormon estrogen dan progesteron, bukan jenis kealmin bayi.American academy of Dermatology, juga berpendapat bahwa banyak ibu yang hamil lalu mengalami perubahan bentuk wajah dan kulit. Yang diakibatkan oleh peningkatan kadar hormon. Jadi tidak ada hubunganya pada jenis kelamin bayi.


  1. Konsumsi Air Kelapa Bisa Membuat Bayi Lahir Dengan Kulit Putih


Mitos yang terakhir ini cukup dipercaya banyak orang Indonesia sampai saat ini. Iya kan? Faktanya warna kulit bayi ditentukan oleh faktor genetik. Bukan dari makanan atau minuman yang dikonsumsi selama bayi di dalam kandungan.


Menurut Journal of Perinatal Education, air kelapa memang baik untuk ibu dan janin. Sebab bisa membantu hidrasi. Selain itu juga mengandung elektrolit alami, tetapi tidak berpengaruh pada warna kulit bayi nanti. 


Sampai sini, kita dapat menarik kesimpulan, bahwa masih banyak mitos - mitos yang beredar di lingkungan kita soal kehamilan. Dan kebanyakan, itu hanya mitos atau tidak benar, karena secara medis sudah dibuktikan kebenaranya.


Tetapi kita juga tidak boleh meremehkan mitos tersebut, lebih baik menghargai mitos tersebut. Jika cocok, lakukan, kalau gak cocok, ya cukup tahu saja, gak usah jadi beban pikiran.


Oleh karena itu, penting bagi setiap pasangan untuk mendapatkan informasi dari sumber yang terpercaya dan berdasarkan penelitian medis. Jika ada masalah, segera konsultasikan ke dokter untuk memastikan kebenarannya. Semoga artikel ini bisa membantu kamu dalam menjalani fase kehamilan.


Telat Haid Tapi Negatif?Ini Penyebab Dan Solusinya!

Telat Haid Tapi Negatif


Telat haid tapi negatif - Seperti yang sudah saya jelaskan di artikel ciri - ciri kehamilan awal yang sering disalah artikan, bahwa telat haid bukan tanda dari awal kehamilan. Dan yang menjadi masalah di lingkungan kita adalah, bagaimana jika saya telat haid,namun hasil test pack tetap negatif?


Kondisi ini jelas sudah membuat banyak pasangan bingung,stres dan patah semangat sebagai pejuang garis dua. Soalnya saya juga pernah mengalami hal itu, saya tahu rasanya.Lalu apakah yang salah dengan tubuh kita, hingga kita mengalami hal tersebut?


Tenang! Di artikel inilah kamu akan mendapatkan solusi penyebab telat haid padahal gak positif hamil. Dengan tujuan kamu bisa segera memperbaiki siklus haid kembali normal.


Penyebab Dan Solusi Telat Haid


  1. Perempuan Yang Terlalu Sering Stres

Sebagai perempuan yang memiliki perasaan lebih sensitif, tentu ini akan menjadi kabar buruk bagi mereka. Sebab saat tubuh mengalami tekanan emosional atau stres berat, tubuh akan lebih banyak memproduksi hormon kortisol.


Hormon kortisol adalah hormon yang bisa mengganggu keseimbangan hormon reproduksi seperti estrogen dan progesteron. Sehingga berdampak pada siklus haid yang tidak teratur.

American Psychological Association juga menjelaskan bahwa stres kronis dapat menyebabkan gangguan pada siklus ovulasi dan dapat memperpanjang siklus menstruasi.


Maka solusinya adalah : 

  • Lakukan aktivitas seperti olahraga ringan, meditasi dan yoga agar lebih rileks.

  • Pastikan tidur berkualitas dan cukup.

  • Perbanyak aktivitas yang bisa bikin pikiran dan hati senang.


  1. Perempuan Mengalami Perubahan Berat Badan

Yang saya maksud ini perubahan berat badan secara drastis ya. Dan ini juga bisa menjadi salah satu faktor kamu mengalami telat haid. Sebab bisa mempengaruhi keseimbangan hormon tubuh.


Harvard Medical School, wanita yang memiliki berat badan rendah atau mengalami penurunan berat badan secara drastis berisiko mengalami amenore (tidak haid). Sebab tubuh tidak memproduksi hormon estrogen yang cukup. Dan sebaliknya kelebihan berat badan juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang dapat mengganggu ovulasi.


Solusi yang bisa kamu lakukan : 

  • Terapkan pola makan yang sehat dan seimbang.

  • Jangan pernah melakukan diet extreme, sehingga tubuh kekurangan nutrisi.

  • Terapkan pola hidup sehat seperti olahraga teratur.


  1. Mengidap Penyakit Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)

PCOS adalah gangguan hormon yang dapat menyebabkan ovarium menghasilkan lebih banyak hormon androgen (hormon pria). Sehingga siklus haid bisa lebih panjang atau tidak teratur.


Menurut Mayo Clinic, penderita PCOS dialami pada 10% wanita pada usia subur dan sering ditandai dengan siklus haid yang tidak teratur, pertumbuhan rambut yang sangat lebat dan muncul jerawat berlebihan juga.


Maka solusinya : 

  • Pergi ke dokter diagnosis yang tepat,

  • Perbaiki pola makan, terutama kurangi konsumsi gula dan karbohidrat sederhana.

  • Bisa juga menggunakan obat resep seperti pil KB untuk mengatur siklus haid.


  1. Gangguan Tiroid

Kamu tahu tiroid? Jika belum, tiroid adalah kelenjar yang letaknya berada di tenggorokan. Nah, apabila tiroid terlalu aktif atau kurang aktif bisa mempengaruhi metabolisme tubuh, termasuk siklus haid perempuan.


Berdasarkan penelitian medis dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, wanita dengan gangguan tiroid sering mengalami siklus haid yang tidak teratur atau telat haid. Ini disertai dengan gejala lain seperti mudah lelah, perubahan berat badan dan rambut rontok.


Lalu solusinya : 

  • Segera periksa dengan melakukan tes darah.

  • Konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan resep obat yang sesuai.



  1. Bisa Jadi Efek Samping Penggunaan Alat Kontrasepsi

Ini sering terjadi ketika ibu - ibu baru saja berhenti menggunakan pil KB atau alat kontrasepsi hormonal lainya. Sehingga tubuh butuh waktu untuk menyesuaikan kembali siklus haidnya.

Menurut Planned Parenthood, banyak wanita mengalami keterlambatan haid setelah berhenti menggunakan alat kontrasepsi hormonal. Sehingga tubuh memerlukan waktu beberapa bulan agar siklus haid normal kembali.


  1. Perimenopause Dini

Kalimat ini mungkin juga masih asing ditelinga kalian kan. Perimenopause merupakan masa transisi sebelum menopause yang bisa terjadi lebih awal dari yang seharusnya, biasanya sebelum usia 40 tahun.


Menurut penelitian dari Johns Hopkins Medicine, wanita yang mengalami perimenopause dini mungkin mengalami siklus haid yang tidak teratur, berkeringat di malam hari dan perusahaan suasana hati secara tiba - tiba.


Untuk solusinya, segera konsultasikan ke dokter spesialis dan perbaiki gaya hidup dengan pola makan sehat dan olahraga secara rutin.


  1. Kesalahan Dalam Penggunaan Test Pack

Yang terakhir ini mungkin juga paling sering dilakukan oleh para pejuang garis dua. Baru telat 1 minggu atau beberapa hari tapi sudah buru - buru test pack. Padahal jika ini dilakukan bisa memberikan hasil negatif palsu.


Menurut penelitian Cleveland Clinic, test pack paling akurat dilakukan setelah telat haid minimal 7 - 10 hari. Maka solusinya gunakan test pack di pagi hari, saat bagun tidur. Sebab warna urine lebih pekat. Kemudian ulangi test pack beberapa kali jika belum haid. Jika hasilnya tetap negatif dan tidak kunjung haid, segera konsultasi ke dokter.


Sampai di sini kita dapat menarik kesimpulan untuk artikel telat haid tetapi negatif. Ada beberapa alasan kenapa kasus ini banyak terjadi, seperti stres, perubahan berat badan, gangguan hormon dan efek penggunaan alat kontrasepsi.


Maka untuk mengatasinya, kamu wajib belajar dan cari tahu penyebab dan menentukan langkah tepat untuk menangani masalah ini. Jika masih ragu atau masalah tak kunjung selesai atau tak kunjung menemukan jalan terang segera ke dokter aja ya.


Cara Menghitung Usia kehamilan Dengan Mudah Dan Akurat

Cara menghitung usia kehamilan - Bayangkan jika di dunia ini tidak ada rumus atau cara menentukan usia kehamilan. Kira - kira apa yang akan ...